Tuesday, February 15, 2011

Sulutan Kritik.

"Ini ampun yaaaaaaaa jadi pengemis kok kurang ajar sekali!!! Ngga tau etika!!! Ngga pernah kenal totokromo!!!"
"Tolong ya mbak jadi pelayan itu tau diri! Ini liat meja kotor, mbokyo dibersihkan toh!"
"Pak! nyetirnya bisa ngga sih yang bener, saya lagi pake lipstik!


Anda boleh tidak percaya bahwa kalimat yang menyulut ini keluar dari mulut seorang Ladies yang berpendidikan cukup tinggi, bahkan ia istri seorang pejabat.
Lalu?

Ladies, tuduhan dan cacian atau sikap mencari-cari kesalahan, yang kerap didorong oleh rasa kesal, akan menimbulkan masalah. Ingatlah bahwa ketika Anda menuduh orang lain dengan jari telunjuk, tiga jari lainnya menunjuk ke arah Anda.
Sepertinya, kisah Akbar dan Birbal patut Ladies ingat-ingat.

Akbar, Sultan Moghul raya, suatu kali meminta perdana menterinya, Birbal, yang terkenal dengan kebijakan dan kecerdasannya, untuk membuat lukisan potret dirinya. Birbal menyelesaikan pekerjaan itu dalam waktu enam hari dan mempersembahkan lukisan itu kepada sang kaisar yang merasa gembira. Akbar meminta Navratna-nya (sembilan orang terpandang yang menjadi penasihat Akbar-termasuk Birbal. Mereka satu per satu menghampiri lukisan itu, memberi tanda titik diatasnya setiap kali mereka meras aada yang perlu perbaikan. Lukisan itu lalu dipenuhi dengan tanda titik dan Akbar dengan sendirinya merasa masygul dan meminta penjelasan kepada Birbal. Birbal berpikir sejenak kemudian meminta delapan kanvas kosong. Satu kanvas untuk masing-masing sejawatnya. Ia lalu meminta mereka membuat lukisan potret diri Akbar. Tidak seorang pun yang melangkah maju. Akbar, dengan mata murung, bergumam, "Dasar tukang kritik.

Back..
Ladies yang penuh dengan celotehan menyulut tadi, tanpa dirinya sadari, ia telah amat sangat meremehkan Pencipta. Sebagai sosok 'berpendidikan' seharusnya ia dapat berfikir: JIKA MEREKA BISA SEPERTI YANG SAYA HARAPKAN, TENTU MEREKA TIDAK AKAN MENJADI PENGEMIS, WAITRESS, JUGA SUPIR.

Sayangnya, tak semua Ladies menyadari hal diatas. Begitupun dengan saya, seringakali saya 'kecolongan'. Seperti post sebelumnya, saya sedang berada dalam area pembangunan pabrik pikiran positif, cause of that, this words typed.

So, jika Ladies mendapatkan orang lain membuat kesalahan, tidak ada salahnya menunjukkan kesalahan itu asalkan Ladies sendiri adalah seorang yang ahli di dalamnya. Jika tidak, sebaiknya tutup mulut. Jangan lupa bahwa setiap kali Ladies mengkritik, anda menciptakan musuh. Kekuatan Ladies yang sejati terletak pada menerima kesalahan dan menertawai diri sendiri.
Herlind.

0 comments:

Post a Comment