Tuesday, February 15, 2011

Membangun Pabrik Pikiran Positif

Baru saja saya saling berkirim pesan instan dengan adik kelas saya semasa SMA dulu. Setelah berbincang sebentar, kemudian saya memberi alamat blog ini, untuk dia follow. Diluar pikiran saya, tiba-tiba dia bertanya, "Se formal gimana,Ka?", "Kakak fokus dari sisi mana? Pelajar apa warga negara biasa?", "Bentuk karangannya analitik, diskusi atau hortatori?".
Satu hal. Wow. Tak salah saya berteman dengan bocah ini ;)

Dari perbincangan singkat itu, saya sempat kikuk juga menjawab pertanyaan yang diajukan. Namun saya tetap berusaha menjawab dengan baik. Teringat sebuah kalimat di salah satu buku yang pernah saya baca,

"Karena kebanyakan dinding menghalangi, kita hanya ada di dalam pikiran kita"

Kalimat itulah yang terjadi dalam beberapa bagian pada tubuh saya beberapa tahun kebelakang. Punya blog? semenjak kenal internet. Hobi menulis? sedari kecil. Argue? hey, thats my habbit. Tapi apa? dalam beberapa tahun saya merasa tidak perlu untuk menulis di dalamnya, dengan anggapan toh yang baca juga tak banyak.

Tidak ada seorang pesimis yang pernah menemukan rahasia bintang-bintang, atau berlayar ke tanah yang belum tercantum di peta, atau membuka sebuah pintu baru bagi jiwa manusia- Hellen Keller

Kalimat ini termasuk dalam daftar rangkaian kata menyadarkan saya untuk 'mau' berpikir bukan sebagai sosok penuh rasa takut gagal, takut dicemooh, takut diremehkan.
Baik, dalam post ini saya mengajak Ladies, khususnya, untuk Mulai Membangun Pabrik Pikiran Positif.
Well, mari mulai dengan berpikir bahwa KITA DILAHIRKAN UNTUK MENANG.


Pikiran kita, membuahkan kata-kata. Kata-kata yang terlontar akan menjadi tindakan kita. Tindakan tersebut akan jadi kebiasaan kita, dan kebiasaan kita akan menjadi sifat kita.
Ladies, jika sudah menjadi sifat anda untuk menjaga pikiran, kata-kata, tindakan dan kebiasaan anda, anda akan dapat menyingkirkan pikiran-pikiran negatif anda ketika pikiran itu muncul. Pola pikir negatif adalah hasil dari emosi yang kacau.

Coba deh, ketika ada Ladies yang menggerutu tentang potongan rambutnya yang dia anggap terlalu tidak seimbang antara sisi rambut yang kanan dengan sisi rambut yang kiri. Bukannya puas dengan hasil tangan seorang ahli rambut, Ladies tersebut mengambil gunting dan segera pergi mencari cermin dengan omelan-omelan khas Ladies masa kini. Lalu apa yang terjadi? emosi membawanya pada masalah baru. yang pendek menjadi terlalu pendek, dan yang panjang? jauh lebih pendek. Hingga Ladies tersebut harus datang ke toko penjualan rambut-rambut palsu.
Bagaimana? emosi membawa semua hal menjadi kacau. Tapi jika anda menyadari hal ini, anda dapat memastikan semua yang baik untuk anda.

Dari sebuah buku motivasi milik Papa saya, tercantum sebuah cara sederhana untuk mengendalikan pikiran.GIGO dan BIBO.
GIGO-sebuah istilah komputer yang bermakna Garbage in Garbage Out (masuk sampah keluar sampah)--dengan mengubahnya menjadi GIGO-Good Ideas In Good Ideas Out (masuk ide bagus keluar ide bagus).
Menarik bukan?! dengan membacanya sekilas saja, sudah memberikan makna mendalam.
Sebenarnya, sampai tingkatan tertentu, komputer dan benak manusia dapat diperbandingkan, karena apa yang Ladies peroleh sebagai keluaran, bergantung pada apa yang Ladies masukkan. Itu yang ditabur, itu yang dituai. Tetapi tidak sesederhana itu, manusia adalah mahluk jenaka. Manusia berfikir bahwa dirinya lebih cerdik, bahwa kata-kata bijak tadi tidak berlaku bagi dirinya sendiri. Betapa kelirunya mereka. Bagaimana tidak? Banyak ladies membiarkan dirinya atau anak-anaknya duduk di depan kotak dungu dan menonton semua sampah TV itu. Inilah yang menjadi fakta bahwa seteru terbesar atau sahabat terbaik saya adalah diri saya sendiri.

Karena alasan inilah maka saya tidak membiarkan benak saya dibombardir dengan gagasan-gagasan yang buruk dari televisi dan video, sahabat, teman, buku, surat kabar, dan sebagainya BIBO-Bad Ideas In Bad Ideas Out.
Herlind.

0 comments:

Post a Comment